engga kerasa nih hari udah beranjak sabtu, dan sepertinya akan terasa lama dimalam harinya
waktu yang tepat untuk membidik di balkon rumah, lalu
Kuambil gitar dan mulai memainkan. . . .
Lagu yang biasa kita
nyanyikan.
Tapi tak sepatah kata yang terucap. . .
Hanya ingatan yang ada
di kepala.
EH!!!
bukan itu
kuambil sniper dan bersiap membidik muda-mudi yang mencoba menggantungkan teru-teru bozu di jendela kamar mereka (teru-teru bozu adalah jimat pengusir hujan ala jepang).
"BIARKAN SATNITE BERHIAS HUJAN, AGAR KALIAN MERASAKAN HAL YANG SAMA DENGANKU!! HAHAHAHAHAHAHA!!" *soundtrack musik seram dan kelelawar mengeliliku persis seperti penyihir ala disney merencanakan hal jahat
tapi pikirku tetap melayang jauh melintasi ASGARD dan SKYPEA, bahwa hujan tak selalu berarti buruk, masih banyak penjual jas hujan dan payung dan mereka ingin dagangan mereka laku keras di musim hujan yang awet dan tahan lama ini.
tak lama setelah itu hape berdering dan menunjukkan 1 pesan baru
"tak mungkin itu ajakan untuk satnite.an" pikirku
kuambil hape yang mulai menatapku dengan nanar
lalu tekan tombol bintang disusul unlock
isinya
"bro, ojo lali surveyne di field yo bro, ditunggu kabar kondisi lapangan. leg iso ntar malem langsung terjun ke lapangan cz deadline minggu malam"
*hening
*buru-buru bikin teru-teru bozu dan gantungin di jendela kamar
kisah absurd seorang calon psikolog yang rajin berfantasi layaknya dunia film
me =
Sabtu, 19 Januari 2013
Kamis, 17 Januari 2013
dan hal ini harus terulang lagi (?)
sinar mentari semakin terik, tanda-tanda hujan pun tak nampak siang ini, sepertinya waktu yang tepat untuk tetap terlungkup dalam kamar. semua terjadi begitu saja. aku tidak punya alasan untuk bangun pagi, bersikap rajin, atau malah boro-boro kekampus untuk ikut seminar proposal kakak kelas. coba kuraih hape dan berusaha melihat dan memastikan bahwa aku benar-benar normal untuk bangun kesiangan, sehingga ada alibi kuat untuk menghindari kata "keluar rumah" dihari ini. okelah, ini pukul 09.19 . ingin rasanya tetap tertahan di kasur yang empuk ini, namun perutku sudah tak bisa diajak negosiasi. tak lama, pintu kamar terbuka dan ibu berusaha membangunkanku.
"minta berapa lama lagi tengkurap kayak gitu?"
"sampe punya pacar..."
KREKK, pintu kamar ditutup ibu, mungkin ibu udah nyerah ama kondisiku atau beliau udah nyadarin bahwa syarat yang kuajukan terdengar mustahil. dan mungkin hanya akan ada 2 kondisi yang membuatku bangun, pertama, dapat pacar (entah kapan) yang kedua, rumah ku tiba-tiba diserbu kayak THE RAID
hash, sudahlah... mungkin sudah saatnya aku harus bangun dan berusaha tegar menerjang angin, terpapar sinar matahari, terciprat banjir, terhantam kerikil dijalanan, tercaci pengguna pedestrian walk, ter-eliminasi di babak awal, dapat 3 kata tidak dari juri, ataupun menerima kenyataan bahwa John McClane harus mati di Die Hard 5.
kucoba keluar dari kamarku yang gelap ini dan sinar matahari menyeruak menerjang selaput mataku
"tumben" pikirku
"sudah 10 tahun ini matahari tidak berwajah bayi, apa dia sudah dewasa ya? pake baju apa tu matahari?"
pikiranku masih terkungkung pada kenyataan bahwa matahari kita sama dengan matahari di teletubies
kuturuni tangga menuju ruang keluarga berharap saat perjalanan turun tangga tak ada anggota THE RAID yang menghadangku ataupun aku dikira sebagai RORSHACH dalam film WATCHMEN
yeah, kuterima kenyataan bahwa sendiri mungkin lebih baik daripada punya pacar, karena pikirku sangat sulit untuk bangun pagi dan nemenin doi kemanapun doi mau, pikirku lagi, mungkin menjadi LONELY SERIGALA akan lebih baik (istilah LONELY WOLF uda dipake ama CHUCK NORRIS, dan SERIGALA TERAKHIR uda dipake ama adeknya ALE "fathir mochtar")
"minta berapa lama lagi tengkurap kayak gitu?"
"sampe punya pacar..."
KREKK, pintu kamar ditutup ibu, mungkin ibu udah nyerah ama kondisiku atau beliau udah nyadarin bahwa syarat yang kuajukan terdengar mustahil. dan mungkin hanya akan ada 2 kondisi yang membuatku bangun, pertama, dapat pacar (entah kapan) yang kedua, rumah ku tiba-tiba diserbu kayak THE RAID
hash, sudahlah... mungkin sudah saatnya aku harus bangun dan berusaha tegar menerjang angin, terpapar sinar matahari, terciprat banjir, terhantam kerikil dijalanan, tercaci pengguna pedestrian walk, ter-eliminasi di babak awal, dapat 3 kata tidak dari juri, ataupun menerima kenyataan bahwa John McClane harus mati di Die Hard 5.
kucoba keluar dari kamarku yang gelap ini dan sinar matahari menyeruak menerjang selaput mataku
"tumben" pikirku
"sudah 10 tahun ini matahari tidak berwajah bayi, apa dia sudah dewasa ya? pake baju apa tu matahari?"
pikiranku masih terkungkung pada kenyataan bahwa matahari kita sama dengan matahari di teletubies
kuturuni tangga menuju ruang keluarga berharap saat perjalanan turun tangga tak ada anggota THE RAID yang menghadangku ataupun aku dikira sebagai RORSHACH dalam film WATCHMEN
yeah, kuterima kenyataan bahwa sendiri mungkin lebih baik daripada punya pacar, karena pikirku sangat sulit untuk bangun pagi dan nemenin doi kemanapun doi mau, pikirku lagi, mungkin menjadi LONELY SERIGALA akan lebih baik (istilah LONELY WOLF uda dipake ama CHUCK NORRIS, dan SERIGALA TERAKHIR uda dipake ama adeknya ALE "fathir mochtar")
Langganan:
Postingan (Atom)