sebuah gambaran absurd yang kudapati pagi ini adalah sengat matahari yang menyilaukan. "apakah aku harus pulang pagi ini?" pikirku, namun terbesit untuk tetap bertahan menghadapi hari-hariku yang penuh dengan tantangan yang siap menjatuhkankapan saja
seonggok kegagalan masa lalu, tulisan berisi harapan yang indah, dan mimpi terpendam yang ingin sekali tercapai menghiasi ruang memoar yang berkalut warna kelabu namun agak gelap, ingin sekali rasanya aku menghiasi ruang ini dengan lampu pijar putih benderang agar aku tak lupa untuk membuka lembaran itu dan terlihat jelas saat kubaca.
seketika lamunanku terbuyarkan oleh gertakan tak disengaja, motor yang kutumpangi ini meliuk diantara riuhnya macet lalu lintas pagi yang menjadi bumbu sedap kota ini, polusi akan mewarnai udara manapun yang akan kita hirup, dan segala jerit hati akan tertumpahkan oleh bunyi klakson kendaraan yang menambah polusi suara ketenangan kota ini
malam tak harus sunyi, pagi tak selalu segar dan siang tanpa mendung menghiasi langkahku dalam menjalani semua hari dalam usiaku yang tak lagi muda, AKU SUDAH CUKUP DEWASA UNTUK MENERJANG SEMUA INI!! dan pikirku terbuyarkan oleh senyum orang tua yang tergambar pada lukisan masa depanku dan tersimpan rapi dalam sebuah kotak harapan yang nantinya akan kubuka sebagai memoar masa lalu yang indah
SAKIT!PENING! DAN SEDIKIT MABUK! mungkin kata itulah yang cocok untuk menggambarkan pagiku saat itu, sudah waktunya aku pulang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar